Art & EntertainmentMusic

Alaraverse Merangkum Siklus Cinta, Luka, dan Penerimaan dalam Album “3 Tangkai Gerbera”

Album penuh terbaru “3 Tangkai Gerbera” resmi dirilis sebagai penanda fase baru dalam perjalanan musikal Alaraverse. Album ini kini telah tersedia dan dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, Tidal, dan YouTube Music. Melalui rilisan ini, Alaraverse menghadirkan sebuah album konseptual yang dirancang sebagai pengalaman mendengarkan yang utuh, dengan alur cerita yang saling terhubung dari awal hingga akhir.

Alaraverse sendiri merupakan band Pop Rock dan Rock Alternatif asal Indonesia yang digawangi oleh Syuja pada vokal, Ansori pada gitar, dan Alban pada drum. Mereka dikenal konsisten mengangkat kisah-kisah personal melalui pendekatan storytelling yang jujur dan emosional, dengan melodi yang mudah melekat dan relevan bagi pendengar masa kini.

Tidak sekadar menjadi kumpulan lagu, “3 Tangkai Gerbera” dibangun sebagai narasi linear yang menggambarkan perjalanan emosi manusia dalam sebuah hubungan. Album ini merangkum spektrum perasaan yang luas mulai dari joy, nostalgia, hingga heartbreak yang tersaji secara berurutan dan saling terhubung. Setiap lagu menjadi potongan cerita yang menelusuri fase-fase emosional, dari pertemuan pertama, euforia kebersamaan, konflik yang memicu perpisahan, hingga proses pendewasaan diri untuk bangkit dan belajar melepaskan.

Dengan fondasi Pop Rock yang solid dan sentuhan Rock Alternatif yang dinamis, Alaraverse membalut lirik-lirik reflektif dengan aransemen yang emosional namun tetap catchy. Setiap komposisi terasa hidup dan dekat dengan realitas pendengarnya, seolah menjadi teman di berbagai fase perjalanan cinta. Album ini menjadi cerminan jujur tentang bagaimana rasanya mencintai dan kehilangan, serta upaya untuk menemani pendengar dalam setiap proses yang mereka jalani.

Judul “3 Tangkai Gerbera” menyimpan makna simbolis yang kuat. Gerbera kerap diasosiasikan dengan keindahan dan harapan, sementara tiga tangkai bunga tersebut merepresentasikan perasaan yang dirawat dengan penuh kasih, namun pada akhirnya harus direlakan. Simbol ini menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita dalam album, sekaligus mempertegas pesan tentang menerima, mengikhlaskan, dan bertumbuh.

Album ini memuat dua belas lagu, yakni Linimasa, Mencari Arti, 3 Tangkai Gerbera, Mengukir Cerita, Lagu Tentangmu, Berakhir di Awal, Ternyata Sulit, Melupakanmu, Seperti Sebelum, Kenapa Aku Ingin Kau Jadi Milikku?, Rasa Nyaman Masa Lalu, serta Yang Ingin Kukatakan Terakhir.