Isyana Sarasvati Buka Bab Akhir EKLEKTIKO Lewat Single “Babel”
Kembalinya Isyana Sarasvati ke lanskap musik menghadirkan bab baru yang terasa sangat personal sekaligus sinematik. Lewat single terbarunya berjudul “Babel” yang dirilis 6 Februari 2026 di bawah label independennya REDROSE Records, ia membuka gerbang menuju Bab 4: ABADHI, fase penutup dari proyek konseptual besarnya, EKLEKTIKO, sebuah perjalanan artistik yang menjadi refleksi paling utuh dari evolusi dirinya sebagai kreator.
Alih alih berbicara tentang kehancuran seperti yang mungkin diasosiasikan dengan judulnya, “Babel” justru menelusuri gagasan tentang menemukan harmoni di tengah ketidakteraturan. Lagu ini memotret dunia yang riuh oleh perbedaan bahasa, perspektif, dan suara, lalu menunjukkan bagaimana keragaman itu dapat melahirkan pemahaman baru sekaligus identitas yang lebih kaya. Bagi Isyana, ruang pertemuan berbagai elemen tersebut bukanlah konflik, melainkan titik lahirnya keindahan yang sebelumnya tersembunyi.
Ia menyebut lagu ini sebagai refleksi perjalanan batin. Dalam pesannya, ia menjelaskan bahwa “Babel” merupakan cerita tentang menemukan kesatuan di tengah keragaman, sebuah ruang di mana mimpi, bahasa, dan suara bertabrakan lalu melebur menjadi satu. Pernyataan itu menegaskan bahwa karya ini tidak hanya hadir sebagai rilisan musik, tetapi juga sebagai pernyataan filosofis tentang penerimaan dan pertumbuhan.
Selama mengerjakan fase EKLEKTIKO, Isyana merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia menganggap proses tersebut sebagai perjalanan pendewasaan, bukan hanya secara musikal tetapi juga secara personal. Ia merasa lebih berani membuka diri, lebih bebas bereksperimen, dan mulai menjelajahi dimensi spiritual yang sebelumnya belum terlalu ia sentuh. Proyek ini menjadi ruang eksplorasi tanpa batas di mana ia tidak lagi mengotakkan identitas artistiknya, melainkan merangkul seluruh sisi yang membentuk dirinya.

Dari sisi musikalitas, “Babel” tampil dalam balutan symphonic metal, genre yang menggabungkan orkestrasi megah dengan energi keras khas metal. Struktur musiknya sengaja dibuat ramai, dinamis, dan berlapis untuk mencerminkan konsep lagu itu sendiri. Aransemen diciptakan secara intuitif, mengalir dari rasa, bukan sekadar perhitungan teknis. Hasilnya adalah komposisi yang terasa seperti lanskap chaos berwarna, namun tetap menghadirkan keindahan di dalamnya.
Sebagai pembuka Chapter ABADHI, lagu ini berfungsi sebagai pintu masuk menuju fase penyatuan dalam semesta EKLEKTIKO. ABADHI dimaknai sebagai tahap menerima seluruh perjalanan hidup, termasuk jatuh bangun, terang gelap, dan pasang surut yang membentuk seseorang. Di titik ini, Isyana menegaskan bahwa hidup tidak pernah hitam putih, melainkan mosaik penuh warna yang masing masing memiliki arti.
Dalam dunia yang semakin bising dan terfragmentasi, “Babel” hadir sebagai pengingat bahwa di balik setiap dinamika kehidupan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat makna di balik perbedaan, merangkul keragaman, dan menemukan keindahan di tengah kekacauan. Ia tidak menulis lagu ini untuk segmen pendengar tertentu. Baginya, siapa pun yang merasa terhubung dengan pesannya berhak merasa dipeluk oleh karya tersebut, tanpa batas identitas atau latar belakang.
ABADHI sendiri akan menjadi gerbang terakhir dari perjalanan panjang EKLEKTIKO sebelum album ini mencapai bentuk utuhnya pada Mei 2026. Menurut Isyana, “Babel” menandai kembalinya ia ke dunia musik melalui kejujuran yang sejak awal selalu menjadi fondasi karyanya. Lagu ini sekaligus menjadi titik awal dari ujung perjalanan, sebuah momen ketika seluruh potongan dirinya akhirnya menyatu dalam satu lanskap artistik yang megah dan jujur.



